Dunia sering mendikte perempuan untuk menjadi "pelengkap", padahal sejarah membuktikan mereka adalah fondasi. Menjadi perempuan hari ini bukan lagi soal memenuhi ekspektasi, tapi soal meruntuhkan batasi.
Kelembutan yang Menghantam: Lembut bukan berarti rapuh. Itu adalah kemampuan untuk tetap tenang di tengah badai dan tetap peduli saat dunia mulai abai.
Pilihan adalah Kuasa: Mau di ruang rapat atau di dapur, mau memimpin korporasi atau mengurus rumah tangga; nilai seorang perempuan ada pada kebebasannya memilih, bukan pada label yang disematkan orang lain.
Multiverse dalam Satu Jiwa: Perempuan adalah satu-satunya makhluk yang bisa menjadi logika dan rasa dalam satu helaan napas.
Jadi singkatnya, "Perempuan tidak butuh validasi untuk menjadi hebat. Mereka sudah hebat sejak lahir; dunia hanya perlu berhenti mencoba memadamkan apinya."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar