Kamis, 06 November 2025

IMMawati di Era Transformasi: Memperkuat Identitas dan Peran Sosial



Riska Yanti
Sekretaris Bidang IMMawati PK IMM FISIP 2025-2026
Alumni SKB IX


Di tengah derasnya arus perubahan, Immawati kini menghadapi tantangan besar: bagaimana tetap menjadi muslimah yang berilmu, berdaya, dan berkarakter, tanpa kehilangan akarnya pada nilai-nilai Islam dan identitas immawatinya. Dunia digital yang serba cepat, modernisasi, dan budaya global menuntut Immawati tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam spiritualitas dan sosialitasnya.

Immawati masa kini tak hanya hadir di forum-forum kajian, tetapi juga harus mampu mengambil peran nyata di masyarakat. Para perempuan muda  diharapkan menjadi penggerak perubahan, mampu menyuarakan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan secara santun, kritis, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Gerakan Immawati harus relevan dengan konteks terkini. Isu-isu seperti literasi digital, kepedulian lingkungan, kesehatan mental, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan keterlibatan sosial-politik telah menjadi ranah perjuangan baru. Dalam konteks ini, Immawati harus mampu menghadirkan Islam yang ramah, terbuka untuk berdialog, dan mampu menjawab kebutuhan generasi mendatang.

Lebih dari sekadar organisasi, Immawati adalah ruang pembentukan identitas tempat perempuan belajar memimpin, berpikir kritis, dan menebar manfaat. Melalui semangat kenabian, Immawati perlu terus menghidupkan kembali nilai-nilai amar ma'ruf nahi munkar dengan cara-cara yang kreatif dan berorientasi solusi.

Kinilah saatnya Immawati berdiri sebagai simbol perempuan muda Muslim yang progresif: teguh pada prinsip, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan keimanan dan kecerdasannya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemimpin Cerdas atau Pemimpin Loyal? Refleksi Kepemimpinan dalam IMM

Dalam ruang-ruang kaderisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), kita sering diajarkan untuk berpikir kritis, berani bersuara, dan tidak ta...