Sabtu, 13 Juni 2026

SAMPAH, IMM?

Refleksi Camp Ikatan 2026: Dari Kesadaran Menuju Gerakan.

Bissoloro Forest Camp, Gowa | 06–08 Juni 2026

Pimpinan Komisariat IMM FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar sukses melaksanakan Camp Ikatan 2026 sebagai ruang kaderisasi, refleksi, dan penguatan solidaritas kader. Kegiatan ini menghadirkan tiga agenda utama, yaitu Diskusi Lingkungan Hidup dan Nobar Realitas Lingkungan, Baitul Arqam Pimpinan, serta Baitul Arqam Badan Pimpinan Harian (BPH).

Pada agenda pertama, peserta mengikuti diskusi dan nobar yang mengangkat persoalan lingkungan hidup. Ahmad Nur, Ketua Bidang Lingkungan Hidup, memaparkan sejarah dan fakta-fakta kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa: "Lingkungan yang rusak bukan terjadi dalam satu malam. Ia adalah akumulasi dari kelalaian manusia yang berlangsung bertahun-tahun. Karena itu, menjaga lingkungan harus dimulai dari kesadaran, bukan sekadar aturan."

Diskusi kemudian diperdalam oleh Nur Ilham, Ketua Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik, yang mengulas persoalan lingkungan dari perspektif kebijakan publik, Al-Qur'an, dan regulasi negara. Ia menekankan bahwa: "Persoalan lingkungan bukan hanya isu ekologis, tetapi juga persoalan moral dan kebijakan.

Ketika alam rusak, yang dipertanyakan bukan hanya sistemnya, tetapi juga keberpihakan manusia terhadap masa depan." Dari diskusi tersebut lahir gagasan Ecobrick sebagai solusi sederhana dan aplikatif dalam mengurangi sampah plastik sekaligus membangun budaya sadar lingkungan di kalangan kader. Gagasan ini menjadi komitmen awal untuk menghadirkan gerakan yang tidak berhenti pada kritik, tetapi juga menghasilkan tindakan nyata.

Agenda kedua, Baitul Arqam Pimpinan, menjadi ruang penguatan ideologi dan kepemimpinan bagi kader yang dipersiapkan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi. Sementara itu, Baitul Arqam Badan Pimpinan Harian (BPH) menjadi momentum refleksi, evaluasi, dan penguatan ikatan kolektif menjelang berakhirnya masa kepengurusan.

Bagi kami, Camp Ikatan 2026 bukan sekadar kegiatan rutin organisasi. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kaderisasi harus mampu melahirkan kader yang memiliki kesadaran intelektual, kepedulian sosial, dan tanggung jawab ekologis. Persoalan sampah, kerusakan lingkungan, hingga krisis kepemimpinan tidak akan selesai jika hanya dibicarakan. Semua membutuhkan keterlibatan dan tindakan bersama.

Sebagai Sekretaris Bidang Lingkungan Hidup, saya memandang bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tentang menyelamatkan alam, tetapi juga tentang menjaga kualitas kehidupan manusia.

Kesadaran ekologis harus menjadi budaya gerakan, bukan sekadar tema kegiatan. Sebab pada akhirnya, lingkungan yang kita wariskan hari ini akan menjadi kehidupan yang diwarisi generasi setelah kita.


Bidang Lingkungan Hidup, Agraria dan Maritim Pikom IMM Fisip Unismuh Makassar Periode 2025-2026


SAMPAH, IMM?

Refleksi Camp Ikatan 2026: Dari Kesadaran Menuju Gerakan. Bissoloro Forest Camp, Gowa | 06–08 Juni 2026 Pimpinan Komisariat IMM FISIP Unive...