Jumat, 24 Oktober 2025

The Golden Thread of IMMAwati Cadres : Weaving Brotherhood Amidst Muhammadiyah's Da'wah


 Fatimah Azzahrah
Direktur SKI Jilid IX
Sekretaris bidang SPM

Dalam arus sejarah Muhammadiyah yang megah, benang emas kader IMMAwati muncul sebagai simbol kekuatan tak terbendung, menyatukan persaudaraan di tengah gelora dakwah. Gerakan kepemimpinan IMMAwati bukan sekadar langkah rutin, melainkan upaya strategis yang luas dan mendalam untuk mendukung kemaslahatan IMM, para kader perempuan ini menjadi penenun utama jaringan solidaritas, memastikan bahwa setiap anggota IMM berkembang secara holistik. Bayangkan benang emas ini sebagai jalinan halus yang menghubungkan masa lalu, sekarang, dan masa depan Muhammadiyah, di mana kepemimpinan IMMAwati membawa angin segar ke dalam dakwah, menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.

Perspektif luas ini dimulai dari akar sejarah. Muhammadiyah, sebagai gerakan pembaruan Islam di Indonesia, telah lama menekankan peran perempuan dalam dakwah, seperti yang terlihat dalam Aisyiyah. Kader IMMAwati, sebagai ekstensi di kalangan mahasiswa, mewarisi semangat itu dengan mengambil peran kepemimpinan aktif dalam IMM. Dalam konteks saat ini, mereka menghadapi tantangan mendalam seperti ketidaksetaraan gender di organisasi mahasiswa, di mana suara perempuan sering tenggelam di antara dominasi pria. Namun, melalui gerakan kepemimpinan, IMMAwati menjadi agen perubahan, mengorganisir program-program seperti pelatihan dakwah berbasis gender dan forum diskusi tentang isu kontemporer, yang tidak hanya memperkuat posisi mereka tapi juga mendukung kemaslahatan IMM secara keseluruhan seperti menciptakan lingkungan inklusif yang mendorong partisipasi semua anggota.

Lebih mendalam, upaya ini melibatkan dimensi spiritual, intelektual, dan sosial. Secara spiritual, kader IMMAwati menenun persaudaraan melalui kajian Al-Quran bersama, yang membangun fondasi iman kuat di tengah arus sekularisme. Intelektualnya, mereka memimpin inisiatif seperti seminar kepemimpinan wanita, yang mengasah keterampilan anggota IMM untuk menghadapi dunia global, sehingga kemaslahatan tercapai melalui generasi muda yang cerdas. Secara sosial, dalam dakwah Muhammadiyah, IMMAwati aktif dalam aksi-aksi kemanusiaan, seperti bantuan bagi korban bencana, yang memperkuat ikatan persaudaraan dan menunjukkan bahwa kepemimpinan mereka adalah untuk kebaikan bersama. Ini adalah perspektif mendalam: benang emas bukan hanya metafora, tapi realitas yang membawa IMM menuju kemajuan berkelanjutan.

Sebagai upaya gerakan, kepemimpinan IMMAwati juga menghadapi rintangan seperti kurangnya dukungan infrastruktur, tapi dengan solidaritas, mereka bisa mengubahnya menjadi peluang. Dengan mendukung kemaslahatan IMM, gerakan ini memastikan bahwa organisasi tetap relevan, adaptif, dan berpengaruh di masyarakat.  Gerakan IMMAwati juga belajar dari kegagalan, kurangnya partisipasi awal, dan mengubahnya menjadi peluang dengan kolaborasi antar-organisasi. Dampaknya terlihat dalam pencapaian konkret, seperti peningkatan jumlah perempuan dalam kepemimpinan IMM dan kontribusi mereka dalam isu nasional.

Kader IMMAwati, teruslah menenun benang emasmu dengan penuh semangat, karena dalam setiap jalinan persaudaraan, kamu sedang membangun masa depan Muhammadiyah yang gemilang. Ayo, jadikan dakwahmu sebagai cahaya yang menerangi jalan kita semua!” 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemimpin Cerdas atau Pemimpin Loyal? Refleksi Kepemimpinan dalam IMM

Dalam ruang-ruang kaderisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), kita sering diajarkan untuk berpikir kritis, berani bersuara, dan tidak ta...