Setiap tanggal 1 Mei, kita diingatkan akan perjuangan para pekerja. Namun, peringatan ini seringkali hanya bersifat seremonial, tanpa pemahaman yang sebenarnya tentang pengorbanan mereka.
Di balik pembangunan, ada individu-individu yang bekerja tanpa lelah. Ada tangan-tangan yang menopang perekonomian, memastikan roda kehidupan terus berputar, meskipun hak dan kesejahteraan mereka terkadang diabaikan.
Pertanyaannya adalah, apakah kita benar-benar menghargai pekerja sebagai manusia, bukan hanya sebagai alat produksi? Karena keadilan sosial tidak muncul hanya dari kata-kata, tetapi dari komitmen terhadap pekerjaan yang manusiawi, upah yang adil, dan perlindungan yang nyata.
Hari Buruh seharusnya menjadi pengingat bahwa kemajuan suatu bangsa tidak pernah dicapai secara terisolasi. Kemajuan itu dibangun di atas keringat para pekerja yang seringkali tidak diperhatikan, namun kontribusi mereka sangat besar.
Sudah saatnya Hari Buruh menjadi lebih dari sekadar perayaan; hari itu juga harus menjadi momen refleksi. Menghormati pekerja berarti menghormati kemanusiaan, kerja keras, dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik.
Syahril Masngudi
Kabid Sosial & Pemberdayaan Masyarakat PK IMM FISIP 2025-2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar