Marina Abramović, dikenal sebagai seniman performans asal Serbia, dikenal sebagai pelopor seni tubuh (body art). Dalam karyanya yang terkenal seperti "Rhythm 0" (1974), Abramović mengeksplorasi batas tubuh dan kehendakperempuan di hadapan publik. Dalam pertunjukantersebut, ia berdiri pasif selama enam jam dengan 72 objek di atas meja yang bisa digunakan penontonuntuk berinteraksi dengannya—baik secara lembutmaupun menyakitkan. Karya ini menguji dinamikakuasa, agresi, dan kerentanan tubuh perempuan. Abramović menampilkan tubuhnya sebagai medankonflik antara budaya, politik, dan eksistensi pribadi. Ia membuka diskursus tentang bagaimana perempuandipandang dan diperlakukan, serta bagaimana merekabisa mengambil kembali kuasa atas tubuh dan narasinya melalui seni. Karyanya telah menjaditonggak penting dalam pemahaman seni seb agai alattransformasi sosial dan spiritual.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pemimpin Cerdas atau Pemimpin Loyal? Refleksi Kepemimpinan dalam IMM
Dalam ruang-ruang kaderisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), kita sering diajarkan untuk berpikir kritis, berani bersuara, dan tidak ta...
-
NUR ILHAM ( Jendral SKB XI) Pemerintah sering berbicara tentang pembangunan, namun realitasnya? Itu hanya ucapan kosong yang menipu masyar...
-
Lagi-lagi, Mahkamah Konstitusi (MK) membikin heboh dengan keputusan yang tampaknya lebih mirip langkah politik daripada bentuk keadilan kons...
-
NUR ILHAM (Jendral SKB XI) Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% adalah sebuah tamparan keras bagi rakyat kecil dan menunjukk...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar