“seringkali, jerat paling berbahaya dipasang dengan benang-benang dan janji manis yang palsu”.
Kasus penyekapan dan pemerkosaan yang menimpa seorang mahasiswi di makassar ini benar-benar menjadi peringatan keras buat kita semua agar lebih berhati-hati saat mencari lowongan kerja melalui media sosial. Modusnya tergolong sangat licik, di mana pelaku sengaja memasang jerat berupa iming-iming gaji tinggi yang mencapai 3 juta rupiah per bulan hanya untuk menarik korban. Sayangnya, janji manis itu hanya jebakan karena korban justru di bawa ke sebuah lokasi yang cukup tersembunyi, disekap, dan mengalami tindak kekerasan seksual yang sangat traumatis sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh pihak kepolisian.
Kejadian memilukan ini menyadarkan kita bahwa keamanan dalam mencari nafkah adalah prioritas utama yang tidak bisa di tawar. Kita juga jangan sampai mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan yang terasa terlalu muluk atau tidak masuk akal jika di bandingkan dengan beban kerjanya. Sangat penting untuk selalu melakukan cek ulang terhadap identitas pemberi pekerjaan, mengajak teman saat wawancara, dan selalu berbagi lokasi terkini kepada orang rumah atau bahkan teman terdekat. Semoga kasus ini segera tuntas dengan hukuman yang setimpal bagi pelaku, dan tidak ada lagi perempuan yang harus menjadi korban dari modus penipuan keji seperti ini.
“Untuk perempuan yang berani bersuara dan bangkit dari kegelapan, ketahuilah bahwa keberanianmu adalah cahaya. Jangan pernah takut untuk melawan dan mengambil kembali kendali atas hidupmu, karena kehormatanmu tidak ditentukan oleh kejahatan orang lain, melainkan oleh kekuatanmu untuk terus melangkah”.
Julianti
Departemen Bidang Organisasi PK IMM FISIP 2025-2026

kerennya kak lia
BalasHapus